blogkombecks
Sedang memuat...

Sejarah Flash Teknologi yang Kini Mulai Ditinggalkan

Firefox blokir plug-in Flash Player | Foto: Mozilla

Flash adalah animasi vektor atau animasi gambar berekstensi .swf. Flash paling banyak ditemukan pada halaman web, namun juga terdapat pada aplikasi lain dan juga CD interaktif. Flash dibuat dengan perangkat lunak bernama Adobe Flash dan dapat diputar pada browser yang sudah dipasang Adobe Flash Player.

Flash pertama kali diperkenalkan oleh Macromedia pada tahun 1996 dengan versi 1.0 setelah membeli program animasi vektor dari FutureSplash. Versi terakhir yang dirilis dibawah bendera Macromedia adalah versi 8 yang dikenal dengan Macromedia Flash 8.

Pada tahun 2005, ditengah masa jayanya, Macromedia dan segala produknya diakuisisi oleh Adobe Systems sehingga Macromedia Flash berubah nama menjadi Adobe Flash dan pemutarnya dinamakan Adobe Flash Player.

Adobe Flash sangat diminati karena mampu menghasilkan animasi pada logo, film, game, navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, form isian interaktif, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya dengan berbagai macam teknik seperti action script, filter, custom easing, dan langsung dapat melihat langsung dalam playback FLV.

Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit kode pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Basis data dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya.

Pada masa jaya ini, Flash telah menjadi sebuah standar aplikasi dalam industri perancangan animasi web. Namun tanda-tanda keruntuhan Flash mulai terlihat pada tahun 2009, atau 4 tahun setelah diakuisisi Adobe Systems. Menurut Symantec, saat itu Flash memiliki salah satu rekor keamanan terburuk sepanjang tahun 2009.

Perusahaan teknologi Apple enggan menggunakan Flash pada produk-produknya dengan alasan performa, umur baterai, dan masalah keamanan dalam perangkat-perangkat buatan mereka. Steve Jobs,CEO Apple kala itu, tidak mau perangkat-perangkat iPhone, iPod, dan iPad-nya mudah bermasalah dan rentan keamanannya karena mendukung Flash. Pada 2010, ketegangan antara Apple dan Adobe Systems tak dapat dihindari.

Jobs melayangkan surat protes kepada Adobe untuk menggembangkan teknologi selain Flash. Alasannya sangat jelas, Flash diciptakan untuk era PC dan Mouse. Sementara ramalan Jobs teknologi akan mengarah ke mobile. Standar terbuka baru yang diciptakan pada era mobile, seperti HTML5, diprediksi Jobs akan lebih unggul pada era mobile.

Ramalan Jobs mulai mendekati kenyataan ketika penggunaan perangkat mobile mulai mengalami peningkatan terlebih hadirnya Android. Perlahan Flash mulai tergeser dengan hadirnya HTML5, Adobe akhirnya mengumumkan penghentian Adobe Flash for Android pada 2011 dan menggantinya dengan Adobe AIR yang diklaim memiliki fitur yang sama.

Sejak saat itu, Adobe mulai fokus untuk mengembangan Flash untuk pengguna PC. Namun misi Adobe ini juga akan segera berakhir. Pada Januari 2015 YouTube secara resmi mengumumkan telah meninggalkan Flash dan beralih sepenuhnya pada HTML5. Adobe yang dulu dipuji-puji karena ringan, fleksibel, dan dapat menampilkan animasi yang menarik kini dirasa sudah usang, boros sumber daya, dan tidak aman.

Tekanan terus berlanjut ketika Facebook mendesak Adobe agar Flash dipensiunkan. Perang terhadap Flash ini menjadi semakin heboh ketika Mozilla pengembang browser terbanyak dipakai, Firefox, mengumumkan pemblokiran terhadap flash secara otomatis meski tetap mengizinkan pengguna mengaktifkan secara manual dengan catatan hati-hati dan risiko potensi celah keamanan ditanggung sendiri.

Adobe boleh saja tetap berdiri kokoh diatas klaim bahwa browser akan tetap bergantung pada Flash karena saat ini 75 persen web masih menggunakan video yang menggunakan Flash. Namun klaim ini tidak sepenuhnya benar karena saat ini hampir semua video tersebut sudah tersedia dalam format H.264 yang lebih modern dan tetap dapat diputar diperagkat yang tidak mendukung Flash, seperti di iPhone atau browser Android.

Jika cermat mengamati perkembangan situs web, kita dapat melihat bahwa flash perlahan sudah mulai ditinggalkan. Selain alasan serius yang sudah dijelaskan diatas, ada alasan sederhana yang membuat pengembang situs web mulai enggan menggunakan flash pada situs mereka, diantaranya adalah membuat waktu loading situs web menjadi lambat dan terkadang membuat browser menjadi crash.

Selain itu, animasi yang terkesan "ramai" yang biasa diciptakan dengan flash juga sudah mulai ditinggalkan karena saat ini situs web lebih mengutamakan desain yang simpel, bersih, dan ringan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Ditengah tekanan yang demikian besar, Adobe belum goyah dengan Flash-nya. Gelombang lebih besar bisa saja terjadi untuk "memaksa" Adobe mengakhiri Flash dan beralih ke teknologi lain, misalnya pengembangan tools baru berbasis HTML5.
Internet 8072517727410160163

Beranda item

ADS

Artikel Terbaru

ADS

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!

Entri Populer

Ikuti Lewat Email

Ads

Mau Hosting Gratis?
Kapasitas besar, bisa PHP, Lengkap dengan cpanel, auto installer dengan CMS Favorit?
Hosting gratis tanpa iklan !!!